BPJS Naik? Peserta Bisa Mengakali Dengan Penurunan Kelas


BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - Mulai 1 Januari 2020 iuran BPJS naik. Apa yang harus dilakukan peserta jika berkeberatan? Ini ada  solusi yang bisa dilakukan peserta supaya bisa terus menjadi anggota BPJS.

Peserta BPJS Kesehatan bisa mengakali kenaikan iuran dengan menurunkan kelas. Namun, ada risiko yang mesti diterima peserta dengan penurunan kelas ini.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, penurunan kelas berdampak ke manfaat non medis. Semakin tinggi kelas, maka semakin tinggi manfaat yang diterima.

Bagi peserta BPJS Kesehatan kelas I akan menerima manfaat ruangan yang berisi dua tempat tidur untuk pasien berbeda. Namun standar terkait hal ini belum jelas.

"Kalau kelas itu perbedaan manfaat non medis, soal kenyamanan, kalau pemerintah di rumah sakit, mengatur misalnya kelas satu, dua bed, dua ranjang. Di tempat lain juga berbeda karena memang standar soal itu belum diatur," ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/1/2020) seperti yang dilansir dari detik.

Kemudian untuk peserta kelas II dan III mendapatkan manfaat berbeda dengan jumlah tempat tidur lebih banyak di masing-masing ruangan. Artinya, lebih banyak pasien yang ditempatkan di ruangan yang sama.

"Jadi empat orang kelas dua. Kalau kelas tiga jadi delapan atau sepuluh orang tapi dengan ruangan luas dipisahkan tirai dengan yang lain," sambungnya

Iqbal menegaskan, meski turun kelas, manfaat medis yang diterima peserta sama. Artinya, penyakit yang diderita peserta tetap dicover BPJS Kesehatan.

"Kalau manfaat medis nggak ada isu, sama, semua jenis penyakit dicover cuma kan orang memilih kenyamanan," tutupnya


Red/amf

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.