KSAD Akui Kecolongan Anggotanya TNI Aktif Mendirikan King Of The King




BAKINUPDATE.COM,- BANDUNG - Kepala Staf TNI Angkatan Darat  Jendral  TNI Andika Perkasa menyatakan merasa kecolongan terkait anggotanya yang masih aktif berdinas, yaitu Dony Pedro mendirikan King Of The King yang membuat heboh dan viral di masyarakat.

Selanjutnya dia menjamin bahwa anggotanya itu dipastikan diproses hukum sesuai aturan.

"Kami juga baru tahu, kami merasa kecolongan tetapi itu adalah tanggung jawab saya, jadi harus diperbaiki, proses hukum, kita lihat kesalahan demi kesalahan," kata Andika di Magelang, seperti dilansir Antara, Jumat (7/2).

Dijelaskan bahwa Dony Pedro tengah menjalani proses hukum melalui Pengadilan Militer.  Dony Pedro sekarang ditahan di Pussenif Bandung sejak 31 Januari lalu.


"Proses hukumnya di pengadilan militer dan itu kami kawal benar sehingga proses hukum dalam hal penegakan KUHP militer itu benar-benar memberikan rasa keadilan kepada korban-korban penipuan. Tidak akan dilepas," katanya

Menurut Andika, Kasus King of The King akan terus ditelusuri. Itu akan dilakukan karena melibatkan banyak dari kalangan warga sipil yang merupakan rekan Dony Pedro.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kasus King of The King menjadi pembelajaran atau evaluasi. Dia tidak ingin ada anggota TNI aktif yang kembali membentuk kelompok serupa lalu melakukan penipuan.

"Jangan sampai telanjur bablas seperti Letnan Satu D ini. Kami pasti akan jaga sehingga proses hukum ini tidak main-main," imbuhnya.

Seperti diberitakan di berbagai media, King Of The King membuat kehebohan di masyarakat dengan berbagai klaimnya, di antaranya akan melunasi utang luar negeri Indonesia dan akan mensejahterakan seluruh warga negara Indonesia.


King Of The King bermula dari pemasangan spanduk di Tangerang yang viral. Kepolisian kemudian mendalami kelompok tersebut dan cepat bergerak menangkap para petinggi King Of The King. Akhirnya, polisi menetapkan 4 orang menjadi Tersangka.



Red/asn


Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.