Kenakan Kaos Warna Merah Berlambang Palu Arit, Seorang Pemuda Diamankan


BAKINUPDATE.COM,- PAYAKUMBUH - Aparat keamanan mengamankan seorang pemuda JS [27] lantaran terciduk mengenakan kaos berwarna merah berlambang palu arit. Pemuda tersebut diamankan pada hari Selasa, 30/06/20 sekitar pukul 19.10.

Komandan Kodim 0306/50 Kota, Letkol Kav Ferry Lahe, mengatakan pria berusia 27 tahun itu diamankan setelah sebelumnya Babinsa mendapat laporan dari warga yang melihat pria mengenakan baju kaos dengan logo simbol komunisme itu.


“Awalnya informasi warga yang diteruskan ke anggota kami dan ke saya. Kami teruskan ke pihak kepolisian. Unit Reskrim mengamankannya dan dibawa ke polres,” ungkap Ferry, Kamis (2/7/2020).

Menurut Ferry, logo palu arit yang terpampang persis di bagian dada itu berukuran cukup besar. Berdasarkan hasil penyelidikan, pria tersebut mengaku mendapat baju kaos berlogo palu arit itu melalui jual beli online.

“Informasinya, dia beli online, ini informasi awal. Tapi lebih tepatnya tentu ke pihak kepolisian yang mendalami. Pria itu telah kami serahkan ke Polres Payakumbuh. Nah, kasus ini sepenuhnya akan diproses lebih lanjut oleh polisi,” sebut Ferry.

Kepala Satuan Reskrim Polres Payakumbuh, AKP M Rosidie menyebut dasar hukum penangkapan pemuda tersebut masih dalam penyelidikan. Ia juga tidak menjawab ketika ditanya apakah pemuda itu ditahan atau dilepaskan.
"Masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan. Itu saja yang bisa kami sampaikan untuk sementara ini," ucapnya.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Padang, Wendra Rona Putra mengatakan bahwa selama ini tak ada dasar hukum larangan penggunaan logo komunisme seperti gambar palu arit.
Dalil yang digunakan untuk melarang itu selama ini ialah Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966. Padahal, Ketetapan MPRS itu diperbarui menjadi Ketetapan MPR Nomor I Tahun 2003. Di dalamnya tak ada lagi larangan memakai logo tersebut.
"Berdasarkan dalil itu, tidak ada dasar bagi polisi untuk menangkap orang yang memakai atribut berlogo palu arit. Seharusnya orang yang bersangkutan cukup diberikan nasihat atau dimintai klarifikasi mengapa dia memakai kaus itu," tuturnya.
Menurut Wendra, memakai atribut yang dianggap berpaham komunis itu bagian dari kebebasan berekspresi. Ia mengatakan bahwa dalam UUD Pasal 28 terdapat jaminan kebebasan berekspresi. Karena itu, menangkap orang yang memakai atribut yang dimaksud merupakan pembatasan kebebasan berekspresi, yang berbahaya bagi iklim demokrasi Indonesia, apalagi dasar hukum penangkapan itu masih rancu. 

Red

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.