Sidang Kasus Gagal Bayar Koperasi Simpan Pinjam, KSP INDO SURYA Kembali Ditunda


BAKINUPDATE.COM,- JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat berencana menggelar sidang verifikasi bilyet nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta. Sidang dilakukan terkait kasus gagal bayar KSP Indosurya kepada nasabahnya, namun rencana tersebut ditunda pekan depan.

Berdasarkan pantauan media, para nasabah memadati lokasi sidang di PN Jakarta Pusat sejak pagi hari ini, Kamis (2/7/2020). Koordinator Nasabah Indosurya, Melia menyampaikan, agenda sidang hari ini direncanakan adalah sidang dan voting penentuan perdamaian Indosurya dengan nasabah

"Hari ini rapat kesepakatan damai dari pihak kreditur kami mengajukan saksi ahli," ujar Melia, di Gedung PN Jakarta Pusat, Kamis seperti dilansir dari kompas.

Selain sidang, para nasabah Indosurya juga akan melakukan aksi damai bersama para kuasa hukum untuk menyuarakan aspirasinya agar voting dalam sidang berpihak ke nasabah agar KSP Indosurya untuk mengembalikan uang nasabah sebanyak Rp14 triliun. 

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri menetapkan tersangka terhadap mantan Ketua Pengurus KSP Indosurya Henry Surya (HS) dan Managing Director KSP Indosurya Suwito Ayub (SA) ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan dana nasabah.

Akan tetapi setelah ditunggu, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kembali menunda pelaksanaan sidang perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Koperasi Simpan-Pinjam ( KSP) Indosurya Cipta.  

Hakim pengawas PKPU Makmur memutuskan untuk menunda sidang hingga pekan depan, lantaran pihak Indosurya akan membagikan proposal tawaran perdamaian yang kedua dengan lebih rinci, kepada kreditur.  

"Berdasarkan masukan dari debitor dan kreditor, bahwa proposal perdamaian belum rinci. Sehingga akan ada pembahasan proposal perdamaian kedua yang lebih rinci dan diusahakan sudah Rapat Anggota Tahunan (RAT). 

Artinya sidang saat ini ditunda dan akan dilanjutkan pada sidang selanjutnya pada Senin 6 Juli," ujar Makmur di Gedung PN Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2020).

Dalam gelaran sidang, nasabah mempertanyakan kelengkapan proposal perdamaian yang diajukan oleh internal KSP Indosurya. 


Pertanyaan tersebut menimbulkan perdebatan antara nasabah dengan perwakilan dari KSP Indosurya.
"Proposal yang kami terima ini kurang lengkap. Harus bisa dilengkapi agar kami bisa melihat keadaan yang sebenarnya kondisi keuangan Indosurya," teriak salah seorang kreditor.  

Merespons pernyataan tersebut, anggota kuasa hukum KSP Indosurya, Rizky Dwinanto memastikan semua aspirasi dari kreditor akan dibahas oleh kliennya pada beberapa hari ke depan. 

"Jadi, memang semua tanggungan dan masukan dari kreditor itu kita akan bawa secara internal dulu hari ini sampai besok. Jumat, sabtu, minggu ini kita akan maksimalkan," ujar Rizky.

 Adapun penambahan dalam proposal penawaran perdamaian yang akan berlangsung pekan depan, dia belum bisa berkomentar banyak karena akan terlebih dahulu dibahas oleh KSP Indosurya. 

"Mengenai bagaimana hari senin saya belum bisa mendahului karena ada internal internal yang harus kita diskusikan, prinsipal kami dan juga finansial advisore. Setelah kita semua selesai, senin kita akan sampaikan ke para kreditur di rapat seperti ini," ucap dia

Sumber Kompas



Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.