Menyikapi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Oleh ;  Ade Nasihin


BAKINUPDATE.COM,-
Kelangkaan pupuk  yang hampir merata di seluruh area lahan pertanian membuat para petani kelabakan. Kebanyakan petani mengeluhkan kelangkaan pupuk tersebut. Akibatnya para petani terpaksa dengan sanngat terpaksa membeli pupuk yang non subsidi dengan harga yang lebih mahal diandingan dengan pupuk bersubsidi.

Dengan kondisi tersebut, petani harus mengeluarkan uang Rp. 650.000,-  perkuintalnya  lebih mahal dibandingkan dengan pupuk subsidi yakni Rp. 190.000,-

Keresahan para petani atas langkanya pupuk tersebut harus menjadi perhatian kita semua, khusus para pemangku kebijakan karena pupuk merupakan kebutuhan dasar  bagi para petani untuk melakukan kegiatan tanam dan kegaiatan tersebut tidak bisa ditunda - tunda.

Dinas terkait di tiap daerah, khususnya Dinas Pertanian harus segera mengambil sikap atas hal tersebut, segera mencari solusi yang tepat dan terarah.

Tampaknya kelangkaan pupuk tersebut diakibatkan karena kuota dari masing - masing daerah itu berbeda. Contohnya daerah Karawang.

Data Dinas Pertanian Karawang menyebutkan bahwa Karawang hingga akhir Agustus mengalami kekurangan pupuk bersubsidi sebesar 838 ton dari kebutuhan pupuk bersubsidi sebesar 56.0000 ton. Karawang hanya mendapat kuota 38.000 ton.

Pemerintah seharusnya cepat bertindak cepat untuk mengatasi kelangkaan pupuk tersebut  agar program para petani tidak mengalami gagal panen.


Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.